Postingan

Autobigrafi Ku

  Nama              : Nayla Syafa Kamila P. NIM                    : 25041430076 Prodi / Kelas   : Pariwisata B Alamat             : Muja-Muju UH 2 No. 877 Umbulharjo, Yogyakarta   Namaku, Nayla Syafa Kamila Purnomo, biasanya orang-orang manggil aku Nayla. Aku berasal dari Yogyakarta. Aku lahir pada bulan Agustus tahun 2006. Aku mempunyai saudara kembar yang bernama Ghania Syafa Kamila Purnomo, biasa dipanggil Ghea. Kata orang-orang kita berdua lahir dengan selisih waktu 5 menit. Aku dan ghea selalu bersama dari Tk sampai SMA. Dari TK sampai SD Aku dan ghea beda kelas tapi waktu SMP kita satu kelas karena kita memilih kelas Tahfidz di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Lalu aku melanjutkan di SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Tidak terasa sudah kelas 13 aja. Ketika kelas 1...

10 TIPS PENCARIAN INFORMASI YANG EFEKTIF DI INTERNET

Bila anda sering memanfaatkan internet sebagai sumber informasi, ada baiknya menerapkan beberapa tips  di bawah ini. 1. Gunakan Beberapa "Browser" Sekaligus  Mungkin ini bukan jadi rahasia nlagi bagi kamu. Tapi ada baiknya kamu buka beberapa Browser sekaligus. Dengan cara ini kamu bisa buka-buka browser lain selagi nunggu download situs lainnya. 2. Matikan Option Graphics Dan lihat gambar Seperlunya

FILM

sang pencerah  Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah sesat, Syirik dan Bid'ah. Dengan sebuah kompas, dia menunjukkan arah kiblat di  Masjid Besar Kauman  yang selama ini diyakini ke barat ternyata bukan menghadap ke  Ka'bah  di  Mekah , melainkan ke  Afrika . Usul itu kontan membuat para kiai, termasuk penghulu Masjid Agung Kauman, Kyai Penghulu Cholil Kamaludiningrat ( Slamet Rahardjo ), meradang. Ahmad Dahlan, anak muda yang lima tahun menimba ilmu di Kota Mekah, dianggap membangkang aturan yang sudah berjalan selama berabad-abad lampau. Walaupun usul perubahan arah kiblat ini ditolak, melalui suraunya Ahmad Dahlan ( Lukman Sardi ) mengawali pergerakan dengan mengubah arah  kiblat  yang salah. Ahmad Dahlan dianggap mengajarkan aliran sesat, menghasut dan merusak kewibawaan  Keraton  dan Masjid Besar. Bukan sekali ini Ahmad Dahlan membuat para kyai naik darah. Langgar kidul ...